ragam berita

Kejari Kabupaten Sukabumi Libatkan Empat Jaksa Fungsional Satu Kasi Intel Menjadi Narasumber Dalam Program JMP


Lensasukabumi.com – Program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) masih terus bergulir, kali ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menurunkan sedikitnya empat Jaksa Fungsional dan Kasi Intel yang menjadi narasumber untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba dan persoalan kenakalan remaja.

Empat jaksa fungsional yang menjadi bagian program JMP diantaranya, Aji Sukartaji SH, Sukmawati SH, Indra Purnaati SH, Aryansa Syafrudin SH dan Kasi Intel Arya Wicaksana juga dibantu dua staf intel Burhan dan Dadang Zaini.

Program JMP masih diarahkan diwalayah selatan pejampangan seperti Pondok Pesantren  Daarun Nadwa Kp. Kedung Rt006/03 Desa Cijulang Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi yang mendapat giliran.

Saat berkunjung di Pondok Pesantren Daarun Nadwa, Rabu, (03/5/17). Para Tim Narasumber dari Kejari Kabupaten Sukabumi disambut meriah oleh para Santri dengan melantunkan sholawat nabi diiringi marawis . Turut menyambut juga Muspika Kecamatan Jampang Tengah.

Pada kesempatan itu ketua forum Pondok Pesantren Wilayah V Lukmanul Hakim mengatakan, Antusias para santri menyambut kegiatan JMP  cukup bagus, di Ponpes  Daarun Nadwa ini Santri yang hadir tidak kurang dari 300 Orang didampingi 40 orang pengasuh Pondok Pesantren,”ujarnya.

Program Jaksa Masuk Pesantren lanjut Lukman, sangat bermanfaat sekali bagi para santri mengenal ilmu hukum serta sangsi hukumnya. Insyaallah ini semua akan menjadi pengetahuan supaya para santri tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti pengaruh Narkoba dan kenakalan remaja yang semakin marak.

Lukman berjanji akan selalu mengawasi para santri dalam aktivitas sehari-hari supaya mereka tidak terjebak oleh bahaya Narkoba dan kasus lainnya sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan baik,”imbuhnya.

Pantauan Lensasukabumi.com dilokasi, dari lima narasumber Kejari Kabupaten Sukabumi, mereka bergiliran menjelaskan dari mulai jenis-jenis Narkoba ,bahaya narkoba serta sangsi hukumnya dengan rinci dan jelas, dengan harapan semua santri mengetahui apa yang sudah dijelaskan tidak akan melakukan dan melanggarnya.

Selama ini kasus-kasus penyalahgunaan narkoba serta pelecehan seksual yang ditangani kejaksaan kebanyakan dilakukan oleh para remaja,”sebut Kasi Intel Arya Wicaksana saat diwawancara.

Arya Wicaksana menuturkan,”progam JMP adalah inovasi dalam rangka mengimplementasikan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Yusuf Kala yang tujuannya untuk meminimalisir kenakalan dan pelanggaran hukum yang rentan dilakukan oleh remaja,”sehingga Kabupaten Sukabumi terbebas dari  kasus-kasus tersebut,”tuturnya.

Ditempat terpisah Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi  Drs Abas Resmana MM merespon positif kegiatan Jaksa Masuk Pesantren. Menurutnya kegiatan tersebut sangat berguna khusus para santri juga para pengasuh ponpes supaya lebih hati-hati dan waspada tentang maraknya penyalah gunaan narkoba, dengan demikian mereka akan menghindarinya .

Abas menambahkan, dirinya akan menindak lanjuti ke kepala-kepala seksi lainnya di kementrian agama Kabupaten Sukabumi agar mengikuti program seperti ini yang sudah dilakukan oleh kasi pontren. Adapun materi hukum, disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dibidangnya, sehingga akan terjalin hubungan yang baik dengan lembaga kejaksaan sehingga bisa terhindar dari kasus hukum,”pungkasnya. (Tatep)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co