Daerah

Hindari Peredaran Daging Celeng, Dinas Ketahanan Pangan Kota Sukabumi Gelar Penyuluhan Kepada Masyarakat


Lensasukabumi.com – Khawatir akan peredaran bahan pangan dari hewan yang tidak sehat, khususnya menjelang bulan suci ramadhan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi mengadakan penyuluhan kesehatan masyarakat veteriner di Hotel Horison Kota Sukabumi, Selasa,(23/5/17).

Asisten Pemerintahan Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan mengatakan,”penyuluhan kesehatan di bidang peternakan adalah kewajiban kita bersama termasuk dinas terkait dan masyarakat.

“Hal ini kita lakukan terkait isu daging tidak sehat menjelang ramadhan yaitu daging celeng, daging campuran, sapi gelonggongan, ataupun daging tiren, merupakan hal yang disoroti oleh pemerintah Kota Sukabumi menjelang bulan suci ramadhan demi terhindarnya peredaran bahan pangan dari hewan yang tidak layak konsumsi,”tuturnya.

Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan ini kami mengundang pengusaha dan ritel, bertujuan untuk mensosialisasikan bahan makanan apa yang sehat untuk dikonsumsi masyarakat.”dengan adanya penyuluhan ini untuk kesehatan kita bersama, jadi jangan melihat keuntungan tapi kita sama-sama menjaga terkait kesehatan peternakan yang ada di Kota Sukabumi”, ujar dia.

Saat ditanyakan terkait ketersediaan pangan di Kota Sukabumi, Andri meyebutkan,”mudah-mudahan untuk sembilan bahan pokok, sesuai arahan dari Presiden RI agar bisa menjaga stabilitas harga, termasuk ketersediaan bahan pokok yang ada di Kota Sukabumi,”imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Ate Rahmat,”Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi menurutnya,”terkait permasalahan daging celeng, pemalsuan, kesehatan hewan dan pangan menjelang ramadhan perlunya pengetahuan masyarakat, kalau memang diketemukan di lapangan sanksinya berat, dan kami harap jika masyarakat menemukan hal semacam itu untuk segera melaporkannya kepada kami.

Untuk pangan, Pemerintah Kota Sukabumi mengkonsentrasikan terhadap pangan asal hewan, diantaranya daging, telur dan susu.”Dinas kami lebih menitik beratkan pada pengawasannya, khususnya pengawasan terhadap obyeknya, distribusi daging ini harus diawasi, kami hanya teknisnya misalnya daging terjangkit oleh penyakit atau tidaknya itu memang pekerjaan kami,”pungkasnya. (Pras)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co