Daerah

Bangun Karakter Santri Melalui Program Jaksa Masuk Pesantren


Lensasukabumi.com – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kembali melaksanakan program berskala nasional Jaksa Masuk Pesantren, yang sebelumnya pesantren tertua di Kota Bandung, Nurul Huda, kali ini Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyambangi Pondok Pesantren Al-Islamiyah, di Jalan Raya Baros, Kelurahan Jaya Raksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Selasa,(20/6).

Setia Untung Arimuladi selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, saat melakukan kunjungan ke pesantren Al-Islamiyah Kota Sukabumi menyebutkan, ini kali keempat dirinya melakukan kunjungan dalam rangka sosialisasi pengetahuan tentang hukum utamanya kepada para santri yang berada di Jawa Barat.

“Program ini sudah berjalan sebelum memasuki ramadhan, dan terpikir alangkah baiknya masuk ke pondok pesantren selain melakukan silaturahim, dan memberikan sosialisasi atau penyuluhan tentang hukum,setidaknya para Jaksa mengetahui hukum dalam menunjang tugas sehari hari, sehingga bisa menjaga integritas, mentalitas,” ujar Untung yang merupakan alumni santri kalong tahun 1980-an di Pesantren Al Islamiyah Kota Sukabumi.

Dirinya berharap kedepan program Jaksa Masuk Pesantren bisa dijalankan di seluruh daerah di Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, dan tidak hanya terealisasi pada bulan Ramadhan saja.

Menurutnya ini merupakan langkah dalam rangka bagaimana membangun karakter generasi muda khususnya para santri, sehingga tidak melakukan pelanggaran hukum, “kenali hukum, jauhi hukum,” ucapnya.

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz mengaku bangga dengan Program Jaksa Masuk Pesantren, menurutnya program Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ini harus didukung, karena Kejaksaan merupakan pengawas terhadap aliran atau kepercayaan yang ada dan berkembang di Indonesia.

Muraz menegaskan, “gimana mau mengawasi kalau Kejaksaan tidak mengerti, terhadap aliran kepercayaan yang ada di masyarakat, oleh karenanya perlu kita dukung, karena program ini sangat bagus dan baik, sehingga hukum bisa ditegakkan”.

Harapannya Program Jaksa Masuk Pesantren bisa diikuti langkahnya oleh Kejaksaan Tinggi yang lain, tutupnya. (Pras)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co