peristiwa

Mengganggu Lingkungan Proyek Ayam Milik PT. Japfa di Demo Warga


Lensasukabumi.com – Puluhan warga Kp. Cilingkeuy Rt 15,16,17/05 Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi melakukan aksi demo ke PT. Japfa Compeed Indonesia Tbk, sekira pukul 15:00 Wib.

Pantauan Lensasukabumi dilokasi, nampak anggota kepolisian dari Polsek Kalapanunggal dan Koramil Kalapanunggal turut mengamankan aksi warga, sampai akhirnya warga diterima oleh perwakilan pihak perusahaan untuk Audensi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Aksi massa tersebut dipicu kekesalan warga kepada pihak PT. Jaffa terkait 3 hal yang dianggap mengganggu lingkungan.

3 hal yang menjadi permasalahan warga diantaranya; bunyi sirine dari perusahaan pada malam hari, Posisi penempatan Blower perusahaan dan Bau yang ditimbulkan dari limbah kotoran Ayam,”ungkap Deri ketua RT 17/05 Kp. Cilingkeuy saat di Wawancara Lensasukabumi.com dilokasi.

Selain itu, lanjut Deri, dirinya bersama warga yang lain  mengaku kesal atas sikap perusahaan ketika masyarakat meminta bantuan HT untuk kepentingan alat komunikasi di pos ronda agar mudah memberikan informasi jika ada warga yang membutuhkan bantuan seperti ada warga sakit atau melahirkan.

Akan tetapi, pihak perusahaan hanya memberikan bantuan sebesar 100 ribu rupiah. Jelas kami merasa dilecehkan atas sikap perusahaan tersebut,”sesalnya.

Pasalnya, semenjak perusahaan tersebut berdiri menggantikan PT Subur sebagai pemilik awal belum ada kontribusi secara langsung kepada masyarakat dan baru kali ini kami meminta, terang Deri.

“Jika keluhan kami tidak ditanggapi pihak perusahaan dalam waktu dekat ini, kami akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi dan akan melakukan aksi serupa, ancamnya.

Sementara itu, perwakilan dari pihak PT. Japfa Deri memberikan keterangan, kedatangan warga disebabkan ada faktor-faktor yang dianggap mengganggu lingkungan dari perusahaan kami, adapun yang menjadi permasalahnya adanya polusi dari limbah kotoran ayam yang menyebabkan bau, blower dan suara bising sirine,”tuturnya.

Atas hal itu, kami sudah meminta maaf kepada warga  dan akan segera mencari solusi agar masalah ini bisa secepatnya diselesaikan. Akan tetapi, pada hari ini kami belum bisa memberikan jawaban dikarenakan bagian HRD sedang  tidak ada ditempat dan kamipun harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak pusat, ungkapnya.

Masih kata dia, Selanjutnya setelah ada jawaban dari pusat kami akan mengundang warga untuk melakukan mediasi dalam waktu dekat ini, pungkasnya.  (Van)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co