Daerah

Launching Demplot Subsidi Mandiri PT Pupuk Kujang di Kelompok Tani Harkat Desa Batununggal


Lensasukabumi.com – Dinas Ketahanan Pangan beserta Perusahaan pupuk petragonik ternama gelar kegiatan launching demonstrasi plot  (Demplot) Kujang Mandiri di kelompok tani harkat kampung Genteng RT. 002/005, desa Batu Nunggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/11/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kadis Ketahanan Pangan, Camat Cibadak, Muspika dan masyarakat Desa Batununggal.

Demplot ini direncanakan akan dilakukan pada 47 titik Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan luas satu hektar pada tiap satu titik tersebut. Dengan harapan hasil dari percobaan di kampung Genteng menghasilkan panen terbaik, hingga berkelanjutan di titik – titik lainnya.

Dalam momentum tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, mengajak kelompok tani dan masyarakat luas lebih kompak dan terbuka akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari kian meningkat. Dengan tujuan, masyarakat bisa mengaplikasikan kedalam kegiatan bercocok tanamnya ketika di sawah maupun ladangnya.

“Masyarakat harus paham betul, keadaan tanah, unsur-unsur yang terkandung dalam tanahnya, tanah tersebut cocoknya pakai pupuk petragonik berapa persen, NPK berapa persen, dan urea berapa persen. Apakah perlu juga penambahan hal – hal lainnya juga, karena tanah tiap – tiap daerah pastilah berbeda – beda,” ujar Bupati disela kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama Teguh Hidayat, selaku General pemasaran PT. Pupuk Kujang, menambahkan tata cara penggunaan pupuk yang tepat di atas satu titik lahan yang luasnya satu hektar. “Komposisi pupuk yang tepat dan telah kami sepakati selama ini, yaitu 5:3:2. Artinya 500 kilogram pupuk petroganik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram urea,” jelasnya.

“Dosis ini menurut penelitian kami, ini adalah dosis yang pas untuk sawah. Tetapi kami menyadari, karena dari setiap wilayah – wilayah kontur tanahnya berbeda – beda. Jadi dari hasil demplot itu, bisa kami analisa, semisal apakah ureanya kurang atau lebih, atau ada hal lainnya yang berpengaruh,” katanya.

“Dengan adanya demplot ini, kami harap masyarakat, para petani jadi tahu bagaimana budidaya pemupukan. Jangan sampai  ada salah langkah dalam pemberian pupuknya dan sebisa mungkin berilah pupuk tersebut sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(Gumelar/Renal)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LENSA SUKABUMI, di bangun berdasarkan keresahan warga sukabumi akan kebutuhan informasi yang masih terbatas

sebagai sarana bertukar informasi yang bermanfaat bagi warga sukabumi secara umum agar dapat memenuhi kebutuhan akan informasi seputar sukabumi yang aktual & terpercaya

Artikel Populer

Copyright © 2016 Lensa Sukabumi

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co