peristiwa

Tolak RKUHP, Jurnalis Sukabumi Demo Ke- Gedung DPRD


LENSASUKABUMI.COM – Puluhan Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Sukabumi Bersatu dari berbagai Media Cetak, Media Elektronik dan Media Online melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Aksi tersebut dilakukan terkait penolakan adanya RUU-KUHP.

Beberapa wartawan melakukan orasi disambut yel yel dari para peserta aksi. Aksi yang berlangsung sekitar satu jam ini berjalan dengan tertib dan damai. Di akhir aksinya Jurnalis Sukabumi Bersatu membuat Petisi dengan simbol darah serta membubuhkan nama tanda tangan dan nama media masing – masing sebagai bentuk penolakan terhadap RUU KUHP. Nampak ketua DPRD Sukabumi beserta anggota dan aparat kepolisian dari Polres Sukabumi turut menyaksikan dan mengawal aksi demo jurnalis tersebut.

Pantauan Lensasukabumi.com dilokasi Ketua DPRD Sukabumi Agus Mulyadi menerima seluruh wartawan dan mendengarkan keluhananya terkait penolakan RUU KUHP pasal 310,311,UU ITE .”Saya akan menyampaikan keluhan para wartawan Sukabumi ke DPR-RI,”tuturnya Ketua DPRD Sukabumi Agus Mulyadi kepada awak media saat diwawancara, Senin (18/02/2018).

Lanjut dikatakannya “saya akan sampaikan surat penolakan RUU KUHP dari para wartawan sukabumi, kepada gedung DP-RI, terkait penolakan RUU KUHP,” saya memahami apa yang menjadi ke khawatiran para wartawan saat ini, kebebasan berekspresi akan terjegal jika RKUHP di sah kan. Fungsi wartawan sebagai kontrol sosial akan dikebiri dan dibungkam dengan Undang undang tersebut. Hal yang wajar bila reaksi ini muncul dari para awak media,”tutur Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Sukabumi AKBP H Nasriadi SH, S.I.K, MH, mengatakan “Alhamdulilah demo berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apa-apa, saya mengapresiasi kepada wartawan sukabumi,” Kata kapolres.

Kapolres menambahkan, “Demo sangat berjalan tertib dan berjalan lancar, dan saya mengajak seluruh teman-teman dari berbagai media singgah ke Mapolres sekaligus bertatap muka dengan semua awak media yang ada di Sukabumi,” tambah kapolres.

Salahsatu awak media Samsul Rizal Hidayat saat dikonfirmasi menjelaskan, “Saya hadir disini untuk menolak RUU KUHP Pasal 310,311,UU ITE dan saya bergabung dengan teman teman media lain untuk menolak RUU KUHP,” jelasnya.

“Setiap hari saya menyapa publik dengan informasi, karena Jurnalis memberikan informasi berdasarkan sumber informasi kebenaran yang diyakini. Terkadang resiko nyawa tanpa di sadari mengancam diri dan keluarga,”imbuhnya.

Dikatannya,” sungguh profesi yang amat agung, dimana-mana seorang Jurnalis berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan, sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seantero dunia melalui media oleh seorang jurnalis,” ungkap Syamsul.

Pentingnya peran Jurnalis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun mengapa kini Jurnalis akan dibungkam dengan pasal 310, 311, UU ITE, Surat Edaran Kapolri tentang ujaran kebencian dan upaya paksa mempidanakan wartawan dengan cara-cara  yang sangat bertentangan dengan UU Pers dan KIP bahkan HAM.

Wartawan itu bukan untuk ditakuti, wartawan bukan untuk dibasmi, wartawan penentu masa depan bangsa dan kemajuan sebuah negara serta pertahanan negara,” pungkasnya. (DS)


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co